Picdeer logo Browse Instagram content with Picdeer

#ustadzabdulso

Posts tagged as #ustadzabdulso on Instagram

2.546 Posts

Reposted from @al.fadany (@get_regrann) -  Sebagian orang mengaku bermadzhab syafi’i, bahkan menuduh orang lain tidak paham madzhab syafi’i. Namun giliran membahas masalah musik maka madzhab syafi’inya dibuang dulu, bahkan 4 madzhab dipinggirkan dulu, bahkan ijma' ulama disingkirkan dulu, padahal sebagian ulama syafi’iyah memasukan bermain musik dalam kategori dosa besar. . Sungguh perkara yang menyedihkan tatkala kita menyaksikan sebagian dai yang menggunakan musik dalam beribadah. Lebih memilukan lagi bahwa ada di antara mereka yang berdakwah dengan menggunakan alat musik dan hasil produksi alat musik tersebut. . Padahal ini merupakan bentuk bertasyabbuh (meniru-niru) kaum nasrani dalam tata cara peribadatan mereka di gereja-gereja mereka. Jika bertasyabbuh dalam perkara adat dan tradisi mereka merupakan perkara yang dibenci lantas bagaimana lagi halnya jika bertasyabbuh dalam perkara ibadah mereka? . Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . وَمَنَ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ . "Barang siapa yang bertasyabbuh (meniru-niru) suatu kaum maka ia termasuk dari mereka" . Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tegas mengharamkan musik dalam sabdanya : . لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفِ . "Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khomr (segala sesuatu yang memabukkan), dan alat-alat musik" (HR Al-Bukhari) . Pengharaman musik pada hadits ini dari dua sisi : . Pertama : Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam يَسْتَحِلُّوْنَ "menghalalkan". Ini menunjukkan bahwa hukum alat-alat musik adalah haram, namun akan ada kaum dari umat ini yang akan menghalalkannya . Kedua : Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menggandengkan alat-alat musik dengan perkara-perkara yang sangat jelas haram berdasarkan ijma'
Repost @daeng_indonesia by @media.repost: Bismillah 🔎 Tag Keluarga dan Sahabatmu. 👤 Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA ⚠️ KEUTAMAAN SHALAWAT. . Allah Ta'ala berfirman:  إِنَّ اللَّهَ وَمَلٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ ۚ يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56). . Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)” (HR an-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261) . Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut (“Sunan an-Nasa’i” (3/50) dan “Shahiihut targiib wat tarhiib” (2/134), . karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala (Faidhul Qadiir” (6/169). . ⚠️ SUNNAH KEUTAMAAN SHALAWAT DI HARI JUM'AT. . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-). . 📖 Artikel : 1. https://rumaysho.com/203 2. Klik https://muslim.or.id/4078 📽 Sumber : @jakartamengaji ⚠ Bantu Dakwah👇,
SEMBAHLAH ALLAH KARENA MENGHARAPKAN RIDHONYA @uas_originalstore . . #uas #abdulsomad #ustadz #ustadzabdulso #kajianmuslim #kajianislamiah #ustadzadihidayatvideo #videodakwahsingkat #hijrahmuslim #hijrahfest
#repost @muslim_postid • • • • • • Imam Malik ( guru Imam Syafii ) dalam majlis menyampaikan : Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan memberikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya. . Sementara ImamSyafi'i ( sang murid berpendapat lain) :  Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.  Guru dan murid bersikukuh pada pada pendapatnya.  Suatu saat tengah meninggalkan pondok, Imam Syafi'i melihat serombongan orang tengah memanen anggur. Imam Syafi'i pun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafii memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa.  Imam Syafii girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur. . Bergegas dia menjumpai Imam Malik sang guru. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, dia bercerita... . Imam Syafi'i sedikit mengeraskan bagian kalimat “seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.” Mendengar itu Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya.  Imam Malik berucap pelan. “Seharian ini aku memang tidak keluar pondok, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau di hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil membawa dan memberikan beberapa ikat anggur untukku. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.” kemudian mereka tertawa. Begitulah cara Ulama bila melihat perbedaan.  Petik Hikmahnya

Loading