Picdeer logo Browse Instagram content with Picdeer

#umatnabiterakhir

Posts tagged as #umatnabiterakhir on Instagram

355 Posts

DIRIWAYATKAN bahwa al Rabi’ selalu menjaga dirinya dari kotoran dosa. Hatinya senantiasa memancarkan cahaya keimanan. Orang-orang yang melihatnya selalu terbawa khusyuk dan penuh dzikir kepada Allah.  Berkata seorang yang selalu menemaninya: ”Saya bersama al Rabi’ bin Khutsaim selama dua puluh tahun, sungguh belum pernah mengucapkan kalimat kecuali kalimat itu mengingatkan kepada Allah.” Suatu saat Abd Rahman bin Ajlan pernah menceritakan kesan pertemuannya. ”Saya pernah bermalam dengan al Rabi’, dan ketika ia yakin bahwa saya telah tidur, secara diam-diam ia bangun, melaksanakan salat tahajud.  Dalam shalatnya ia berulang-ulang membaca ayat –yang artinya: ”Patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dengan menyamakan keadaan (mereka semua) semasa mereka hidup dan semasa mereka mati? Amat buruklah apa yang mereka sangkakan itu.” (QS 45: 21). Hal ini ia lakukan sepanjang malam, sampai terbit fajar, dan kedua matanya basah kuyup air mata.  Hilal bin Isaf pernah menceritakan bagaimana al Rabi’ benar-benar menjaga lisannya dari pembicaraan kotor, atau hal-hal yang tidak ada gunanya: ”Bila kau duduk di samping al Rabi’ sepanjang tahun, ia tidak akan berbicara dengan-mu sampai kau bertanya kepadanya, dan ia tidak akan memulai berbicara kalau kau tidak memulainya, karena ia telah menjadikan dzikir kepada Allah sebagai pembicaraannya, dan menjadikan diamnya untuk berpikir.” Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin
DIRIWAYATKAN bahwa al Rabi’ selalu menjaga dirinya dari kotoran dosa. Hatinya senantiasa memancarkan cahaya keimanan. Orang-orang yang melihatnya selalu terbawa khusyuk dan penuh dzikir kepada Allah.  Berkata seorang yang selalu menemaninya: ”Saya bersama al Rabi’ bin Khutsaim selama dua puluh tahun, sungguh belum pernah mengucapkan kalimat kecuali kalimat itu mengingatkan kepada Allah.” Suatu saat Abd Rahman bin Ajlan pernah menceritakan kesan pertemuannya. ”Saya pernah bermalam dengan al Rabi’, dan ketika ia yakin bahwa saya telah tidur, secara diam-diam ia bangun, melaksanakan salat tahajud.  Dalam shalatnya ia berulang-ulang membaca ayat –yang artinya: ”Patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dengan menyamakan keadaan (mereka semua) semasa mereka hidup dan semasa mereka mati? Amat buruklah apa yang mereka sangkakan itu.” (QS 45: 21). Hal ini ia lakukan sepanjang malam, sampai terbit fajar, dan kedua matanya basah kuyup air mata.  Hilal bin Isaf pernah menceritakan bagaimana al Rabi’ benar-benar menjaga lisannya dari pembicaraan kotor, atau hal-hal yang tidak ada gunanya: ”Bila kau duduk di samping al Rabi’ sepanjang tahun, ia tidak akan berbicara dengan-mu sampai kau bertanya kepadanya, dan ia tidak akan memulai berbicara kalau kau tidak memulainya, karena ia telah menjadikan dzikir kepada Allah sebagai pembicaraannya, dan menjadikan diamnya untuk berpikir.” Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin
SECARA fithrah manusia mencintai dunia, karena memang Allâh Azza wa Jalla telah menjadikan berbagai kesenangan dunia itu indah di mata manusia.  Allâh Azza wa Jalla berfirman : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allâh-lah tem-pat kembali yang baik (surga)”. [Ali-‘Imrân/3:14]. Dunia itu hijau dan manis, maka hendaklah manusia berhati-hati dengan dunia. Jangan sampai kesenangan dunia menjerumuskan ke dalam kemaksiatan dan melalaikan dari ketaatan kepada Sang Pencipta.  Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau, dan sesungguhnya Allâh menjadikan kamu sebagai khalifah di dunia ini, lalu Dia akan melihat bagaimana kamu berbuat. Maka jagalah dirimu dari (keburukan) dunia, dan jagalah dirimu dari (keburukan) wanita, karena sesungguhnya penyimpangan pertama kali pada Bani Isrâil terjadi berkaitan dengan wanita. [HR Muslim, 2742]. Maksud “dunia itu manis lagi hijau” adalah keindahan dan kenikmatan dunia itu seperti buah-buahan yang berwarna hijau dan manis, karena jiwa manusia berusaha untuk mendapat-kannya. Atau maksudnya adalah dunia itu segera sirna, seperti sesuatu yang berwarna hijau dan manis juga akan segera rusak.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid
SECARA fithrah manusia mencintai dunia, karena memang Allâh Azza wa Jalla telah menjadikan berbagai kesenangan dunia itu indah di mata manusia.  Allâh Azza wa Jalla berfirman : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allâh-lah tem-pat kembali yang baik (surga)”. [Ali-‘Imrân/3:14]. Dunia itu hijau dan manis, maka hendaklah manusia berhati-hati dengan dunia. Jangan sampai kesenangan dunia menjerumuskan ke dalam kemaksiatan dan melalaikan dari ketaatan kepada Sang Pencipta.  Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau, dan sesungguhnya Allâh menjadikan kamu sebagai khalifah di dunia ini, lalu Dia akan melihat bagaimana kamu berbuat. Maka jagalah dirimu dari (keburukan) dunia, dan jagalah dirimu dari (keburukan) wanita, karena sesungguhnya penyimpangan pertama kali pada Bani Isrâil terjadi berkaitan dengan wanita. [HR Muslim, 2742]. Maksud “dunia itu manis lagi hijau” adalah keindahan dan kenikmatan dunia itu seperti buah-buahan yang berwarna hijau dan manis, karena jiwa manusia berusaha untuk mendapat-kannya. Atau maksudnya adalah dunia itu segera sirna, seperti sesuatu yang berwarna hijau dan manis juga akan segera rusak.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid
CERITA ini tentang pemuda Andalus yang menyimpan kerinduan mendalam agar bisa belajar di kota Nabi (Madinah Al Munawwaroh) dimasa Imam Malik bin Anas.  Yahya bin Yahya Al Laitsi, begitulah orang-orang memanggilnya. Pemuda itu lahir dan dibesarkan di bumi Andalus yang jauh di dataran timur Eropa.  Sejak menapakkan kakinya di jalan ilmu, hatinya telah memendam keinginan untuk melakukan Rihlah (pengembaraan) dalam rangka menuntut ilmu. Rihlah sudah menjadi tradisi penuntut ilmu dimasa itu.  Setelah merasa cukup dengan ilmu yang didapat di negeri asalnya, akhirnya ia bertekad untuk mewujudkan keinginan yang dipendamnya selama ini.  Pilihannya jatuh ke kota Madinah, tempat dimana Imam Malik bin Anas -rahimahullah- tinggal dan mengampuh majelis ilmu.  Andalus dan Madinah memang bukan jarak yang dekat, seperti halnya Madinah dan Indonesia. Ditambah lagi transportasi dimasa itu sangat sulit. Namun tekadnya sudah benar-benar bulat. Tatapannya hanya tertuju pada satu arah, Madinah Nabawiyah.  Semua itu tentunya berbayar, karena bagi seorang Yahya, rihlah berarti melupakan sejenak keindahan Andalus dan bersabar menghadapi kenyataan hidup di dataran Hijaz yang tandus.  Namun tekad kuat yang disertai keikhlasan telah membuat jarak yang jauh itu terasa dekat, ruang dan waktu seolah sempit, serta keindahan kampung halaman tak lagi berarti.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
CERITA ini tentang pemuda Andalus yang menyimpan kerinduan mendalam agar bisa belajar di kota Nabi (Madinah Al Munawwaroh) dimasa Imam Malik bin Anas.  Yahya bin Yahya Al Laitsi, begitulah orang-orang memanggilnya. Pemuda itu lahir dan dibesarkan di bumi Andalus yang jauh di dataran timur Eropa.  Sejak menapakkan kakinya di jalan ilmu, hatinya telah memendam keinginan untuk melakukan Rihlah (pengembaraan) dalam rangka menuntut ilmu. Rihlah sudah menjadi tradisi penuntut ilmu dimasa itu.  Setelah merasa cukup dengan ilmu yang didapat di negeri asalnya, akhirnya ia bertekad untuk mewujudkan keinginan yang dipendamnya selama ini.  Pilihannya jatuh ke kota Madinah, tempat dimana Imam Malik bin Anas -rahimahullah- tinggal dan mengampuh majelis ilmu.  Andalus dan Madinah memang bukan jarak yang dekat, seperti halnya Madinah dan Indonesia. Ditambah lagi transportasi dimasa itu sangat sulit. Namun tekadnya sudah benar-benar bulat. Tatapannya hanya tertuju pada satu arah, Madinah Nabawiyah.  Semua itu tentunya berbayar, karena bagi seorang Yahya, rihlah berarti melupakan sejenak keindahan Andalus dan bersabar menghadapi kenyataan hidup di dataran Hijaz yang tandus.  Namun tekad kuat yang disertai keikhlasan telah membuat jarak yang jauh itu terasa dekat, ruang dan waktu seolah sempit, serta keindahan kampung halaman tak lagi berarti.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
BANYAK keinginan, banyak hasrat, banyak nafsu dan cita-cita yang tidak dapat terpenuhi dari semua yang diharapkan, tetapi ada saatnya dan tempatnya ketika semua nafsu, hasrat dan keinginan kita dapat dipenuhi .. dimanakah itu..? Tentu saja bukan didunia yang sekarang sebab yang demikian itu hanyalah di Surga saja. Bagi orang yang tidak beriman tidak percaya Surga, sebagian lain katanya itu hanya alam roh saja (berarti kulit, daging dan tubuh tidak ada), tetapi orang yang beriman percaya akan Surga tempat semua nafsu, hasrat, kerinduan, harapan, keinginan dipenuhi oleh Allah, Tuhan Penguasa segala.  Simak saja bagian dari Kitab Alqur’an tentang pemenuhan hasrat itu (QS : 56 : 12) ; “Berada dalam Surga kenikmatan,” tentu saja Kenikmatan yang dimaksud meliputi segala bentuk kerinduan manusia akan jenis-jenis kenikmatan didunia ini.  Penegasan tentang  rupa-rupa kenikmatan Surga ini menjelaskan bahwa kenikmatan surga itu bukan dinikmati oleh ruh semata-mata tetapi oleh jasad manusia sebagaimana di bumi, hanya saja metabolisme tubuh manusia dirubah oleh Allah SWT sehingga manusia-manusia Surga tidak menjadi tua, buang air besar, kencing, meludah dan sakit.  Dalam kajian kali ini setidaknya ada 4 kunci untuk mencapai atau masuk Surga diantaranya:  Kunci Pertama, Ilmu : Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu agama, yaitu ilmu yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid
SEBAGAI hamba Allâh Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun tidak.  Allâh Ta’ala berfirman : “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’ : 35)  Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata : “(Makna ayat ini) yaitu : Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”. Allâh Ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan hikmah-Nya yang Maha Sempurna menurunkan syariat-Nya kepada manusia untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup mereka. Oleh karena itu, hanya dengan berpegang teguh kepada agama-Nyalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat.  Allâh Ta’ala berfirman : Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagi-mu. (Qs al-Anfâl : 24)  Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata : “(Ayat ini menunjukkan) bahwa kehidupan yang bermanfaat hanya didapatkan dengan memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam.  Maka, barang siapa tidak memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik) meskipun fisiknya hidup, sebagaimana binatang yang paling hina.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah
BANYAK keinginan, banyak hasrat, banyak nafsu dan cita-cita yang tidak dapat terpenuhi dari semua yang diharapkan, tetapi ada saatnya dan tempatnya ketika semua nafsu, hasrat dan keinginan kita dapat dipenuhi .. dimanakah itu..? Tentu saja bukan didunia yang sekarang sebab yang demikian itu hanyalah di Surga saja. Bagi orang yang tidak beriman tidak percaya Surga, sebagian lain katanya itu hanya alam roh saja (berarti kulit, daging dan tubuh tidak ada), tetapi orang yang beriman percaya akan Surga tempat semua nafsu, hasrat, kerinduan, harapan, keinginan dipenuhi oleh Allah, Tuhan Penguasa segala.  Simak saja bagian dari Kitab Alqur’an tentang pemenuhan hasrat itu (QS : 56 : 12) ; “Berada dalam Surga kenikmatan,” tentu saja Kenikmatan yang dimaksud meliputi segala bentuk kerinduan manusia akan jenis-jenis kenikmatan didunia ini.  Penegasan tentang  rupa-rupa kenikmatan Surga ini menjelaskan bahwa kenikmatan surga itu bukan dinikmati oleh ruh semata-mata tetapi oleh jasad manusia sebagaimana di bumi, hanya saja metabolisme tubuh manusia dirubah oleh Allah SWT sehingga manusia-manusia Surga tidak menjadi tua, buang air besar, kencing, meludah dan sakit.  Dalam kajian kali ini setidaknya ada 4 kunci untuk mencapai atau masuk Surga diantaranya:  Kunci Pertama, Ilmu : Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu agama, yaitu ilmu yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid
SEBAGAI hamba Allâh Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun tidak.  Allâh Ta’ala berfirman : “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’ : 35)  Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata : “(Makna ayat ini) yaitu : Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”. Allâh Ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan hikmah-Nya yang Maha Sempurna menurunkan syariat-Nya kepada manusia untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup mereka. Oleh karena itu, hanya dengan berpegang teguh kepada agama-Nyalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat.  Allâh Ta’ala berfirman : Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagi-mu. (Qs al-Anfâl : 24)  Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata : “(Ayat ini menunjukkan) bahwa kehidupan yang bermanfaat hanya didapatkan dengan memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam.  Maka, barang siapa tidak memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik) meskipun fisiknya hidup, sebagaimana binatang yang paling hina.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah
KEMBALI kita pada edisi ini membahasa tentang berita hoaks. Karena berita hoaks dapat menjadi ancaman bagi kita semua maka kita harus selalu mewaspadai dan disampaikan berulang-ulang pada media ini.  Bahaya berita hoaks dapat mengancam perpecahan kerukunan antar bangsa, suku, dan agama. Dengan adanya berita hoaks, orang akan mudah terprovokasi, diadu domba, dan saling memfitnah.  Apa yang dimaksud berita hoaks?  Hoaks adalah berita palsu yang sengaja dibuat oleh orang, baik individu maupun berkelompok. Kemudian disebarkan seolah olah sebagai berita yang benar.  Hoaks tidak hanya dalam bentuk berita, ia juga bisa berupa nasehat, peringatan, dan sebagainya. Secara umum, hoaks adalah berita atau informasi palsu.  Hoaks juga disebut Pemberitaan palsu. Yaitu usaha untuk menipu atau mengakali pembaca (penonton) atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang tidak benar, sedangkan pembuat berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.  Tujuan penyebaran berita hoaks pada umumnya untuk sebagai bahan lelucon, sekedar iseng, menjatuhkan lawan, promosi dengan penipuan, untuk kebencian, demi uang, dan lain sebagainya.  Hoaks pada intinya adalah informasi dusta yang disebarkan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Dalam sejarah ummat manusia mungkin Iblis adalah yang pertama kali memproduksi berita hoaks saat merayu Nabi Adam agar memakan dari pohon terlarang.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
(11). وَضَرَبَ الَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ  Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”, (12). وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ  dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at. (QS. At Tahrim : 11 – 12)  Begitu indah Allah menceritakan kisah dua orang wanita shalihah dengan latar belakang keluarga dan keturunan yang berbeda tetapi memiliki akhir yang sama, yaitu mendapatkan hidayah dari Allah SWT.  Dua kisah yang mungkin tidak masuk dalam ranah logika kita akan tetapi Allah mempunyai caranya sendiri dalam membe-rikan petunjuk kepada hamba yang dikehendakinya.  Wanita pertama, hidup di era pendurhakaan yang melampaui batas dan itu belum pernah terjadi sebelumnya, karena hampir semua kedurhakaan dilakukan tanpa ada yang berani menolak apalagi menentangnya sebelum Allah mengutus Musa as.  Dialah Fir’aun yang namanya diabadikan di dalam al-Qur’an...... Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا “Berpegang teguhlah di jalan Allah, di tali Allah, dan janganlah bercerai-berai, ……. ” (QS. Ali Imran: 103)  Persatuan tidak mungkin dibangun di atas keseragaman, karena umat telah ditakdirkan beragam dan berbeda. ‘Inna khalaqnakum min dzakarin wauntsa waja’alnakum syu’uban waqabaila lita’arafu inna akramakum ‘indallahi atqakum’ : Kita telah diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan yang paling mulia di antara kita adalah yang paling bertakwa. (QS. Al Hujurat : 13). Ada dua dimensi yang penting untuk kita lihat.  Pertama, akidah. Kalau kita yakin bahwa Allah adalah Tuhan kita, kita yakin bahwa Muhammad adalah Nabi kita, dan kita percaya pada hari akhir, ini adalah dasar untuk kita membangun persatuan. Kalau kita sudah memiliki kesamaan tiga hal tadi, cukuplah menjadi alasan untuk kita bersatu.  Yang kedua, syari’ah. Apabila kita sama-sama melaksanakan shalat, sama-sama menunaikan zakat, haji dan berpuasa, itu sudah menjadi alasan yang cukup bagi umat Islam untuk bersatu.  Sedangkan mengenai bagaimana shalat itu dilaksanakan, bagaimana zakat itu ditunaikan, dan bagaimana manasik haji, tak dapat dipungkiri terdapat banyak perbedaan, terdapat banyak riwayat maupun perbedaan mazhab.  Tetapi itu tidak menjadi alasan untuk kita bercerai, untuk kita berkonflik. Asal kita sama-sama shalat, puasa, zakat, haji, percaya kepada Tuhan, yakin akan kenabian Muhammad, percaya pada akhirat, cukuplah bagi kita untuk bersatu. Perbedaan pendapat adalah sebuah keharusan, tetapi dimensi akidah dan dimensi syari’ah cukuplah menjadi alasan bagi kita bersatu.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah
KEMBALI kita pada edisi ini membahasa tentang berita hoaks. Karena berita hoaks dapat menjadi ancaman bagi kita semua maka kita harus selalu mewaspadai dan disampaikan berulang-ulang pada media ini.  Bahaya berita hoaks dapat mengancam perpecahan kerukunan antar bangsa, suku, dan agama. Dengan adanya berita hoaks, orang akan mudah terprovokasi, diadu domba, dan saling memfitnah.  Apa yang dimaksud berita hoaks?  Hoaks adalah berita palsu yang sengaja dibuat oleh orang, baik individu maupun berkelompok. Kemudian disebarkan seolah olah sebagai berita yang benar.  Hoaks tidak hanya dalam bentuk berita, ia juga bisa berupa nasehat, peringatan, dan sebagainya. Secara umum, hoaks adalah berita atau informasi palsu.  Hoaks juga disebut Pemberitaan palsu. Yaitu usaha untuk menipu atau mengakali pembaca (penonton) atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang tidak benar, sedangkan pembuat berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.  Tujuan penyebaran berita hoaks pada umumnya untuk sebagai bahan lelucon, sekedar iseng, menjatuhkan lawan, promosi dengan penipuan, untuk kebencian, demi uang, dan lain sebagainya.  Hoaks pada intinya adalah informasi dusta yang disebarkan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Dalam sejarah ummat manusia mungkin Iblis adalah yang pertama kali memproduksi berita hoaks saat merayu Nabi Adam agar memakan dari pohon terlarang.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
(11). وَضَرَبَ الَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ  Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”, (12). وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ  dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at. (QS. At Tahrim : 11 – 12)  Begitu indah Allah menceritakan kisah dua orang wanita shalihah dengan latar belakang keluarga dan keturunan yang berbeda tetapi memiliki akhir yang sama, yaitu mendapatkan hidayah dari Allah SWT.  Dua kisah yang mungkin tidak masuk dalam ranah logika kita akan tetapi Allah mempunyai caranya sendiri dalam membe-rikan petunjuk kepada hamba yang dikehendakinya.  Wanita pertama, hidup di era pendurhakaan yang melampaui batas dan itu belum pernah terjadi sebelumnya, karena hampir semua kedurhakaan dilakukan tanpa ada yang berani menolak apalagi menentangnya sebelum Allah mengutus Musa as.  Dialah Fir’aun yang namanya diabadikan di dalam al-Qur’an...... Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا “Berpegang teguhlah di jalan Allah, di tali Allah, dan janganlah bercerai-berai, ……. ” (QS. Ali Imran: 103)  Persatuan tidak mungkin dibangun di atas keseragaman, karena umat telah ditakdirkan beragam dan berbeda. ‘Inna khalaqnakum min dzakarin wauntsa waja’alnakum syu’uban waqabaila lita’arafu inna akramakum ‘indallahi atqakum’ : Kita telah diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan yang paling mulia di antara kita adalah yang paling bertakwa. (QS. Al Hujurat : 13). Ada dua dimensi yang penting untuk kita lihat.  Pertama, akidah. Kalau kita yakin bahwa Allah adalah Tuhan kita, kita yakin bahwa Muhammad adalah Nabi kita, dan kita percaya pada hari akhir, ini adalah dasar untuk kita membangun persatuan. Kalau kita sudah memiliki kesamaan tiga hal tadi, cukuplah menjadi alasan untuk kita bersatu.  Yang kedua, syari’ah. Apabila kita sama-sama melaksanakan shalat, sama-sama menunaikan zakat, haji dan berpuasa, itu sudah menjadi alasan yang cukup bagi umat Islam untuk bersatu.  Sedangkan mengenai bagaimana shalat itu dilaksanakan, bagaimana zakat itu ditunaikan, dan bagaimana manasik haji, tak dapat dipungkiri terdapat banyak perbedaan, terdapat banyak riwayat maupun perbedaan mazhab.  Tetapi itu tidak menjadi alasan untuk kita bercerai, untuk kita berkonflik. Asal kita sama-sama shalat, puasa, zakat, haji, percaya kepada Tuhan, yakin akan kenabian Muhammad, percaya pada akhirat, cukuplah bagi kita untuk bersatu. Perbedaan pendapat adalah sebuah keharusan, tetapi dimensi akidah dan dimensi syari’ah cukuplah menjadi alasan bagi kita bersatu.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah
HAYATUSH SHAHABAH - Abu Nu’aim dalam al Hilyah mengeluarkan hadits dari Salman r.a. katanya: Aku berkata, “Andaikan ada seorang laki-laki yang menyedekahkan budak belian yang mulus kulitnya dan laki-laki yang lain membaca kitabullah dan berdzikir kepada ALLAH swt.” Sulaiman berkata, “Sepertinya Salman r.a. berpendapat laki-laki yang berdzikir itulah yang lebih utama.” Ahmad mengeluarkan hadits dari Habib bin Ubaid bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Abu Darda’ r.a., laki-laki tadi berkata, “Nasehatilah saya.” Abu Darda’ r.a. menjawab, “Ingatlah kamu kepada ALLAH ketika senang maka ALLAH akan mengingatmu ketika susah. Jika kamu menengok isi dunia maka tengoklah asal kejadiannya.” Sebagaimana dalam Sifatish Shafwah (1/258). Abu Nu’aim dalam al Hilyah mengeluarkan hadits dari Abu Darda’ r.a. katanya: Aku berkata, “Maukah kalian aku kabarkan amalan yang paling baik, yang paling disukai ALLAH dan yang mininggikan derajat kalian dan yang lebih baik dari memerangi musuh kalian, mereka membunuhmu atau kamu membunuh musuhmu dan yang lebih baik daripada menyedekahkan beberapa dirham dan dinar?” Mereka bertanya, “Apakah itu hai Abu Darda’?” Aku menjawab, “Yaitu Dzikrullah, dan sesungguhnya mengingat ALLAH itu besar.” Abu Nu’aim dalam al Hilyah mengeluarkan hadits dari Abu Darda’ r.a. ia berkata bahwa orang-orang yang membasahi lisannya dengan dzikrullah akan memasuki Jannah dengan tersenyum-senyum.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid
HAYATUSH SHAHABAH - Ibnu ‘Adi dan Khatib mengeluarkan hadits dari Mu’adz r.a. dan Ibnu Asakir dari Abu Darda r.a. secara marfu’, “Belajarlah kalian sekehendak kalian belajar, karena Allah tidak akan memberikan manfaat kepada kalian sehingga kalian beramal dengan ilmu yang kalian ketahui.” Dan menurut Abi Hasan al Akhrami al Madini dalam Amalinya dari Anas r.a. secara marfu’, Belajarlah kalian ilmu sekehendak kalian! Tapi demi Allah, kalian tidak akan diberi pahala sehingga kalian beramal dengan ilmu kalian.”(Jami’i Shaghir). Ibnu abdil Barr menuturkan dalam Jami’i Ilmi (2/6) dari Makhul dari Abdirrahman bin Ghanam r.a. ia berkata: Telah menceritakan kepadaku sepuluh orang sahabat Nabi saw. mereka berkata, “Kami belajar ilmu di Masjid Quba’, tiba-tiba Rasulullah saw. keluar menemui kami dan bersabda, ‘Belajarlah kalian….’ Ia menuturkan seperti hadits di atas.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
HAYATUSH SHAHABAH - Ibnu ‘Adi dan Khatib mengeluarkan hadits dari Mu’adz r.a. dan Ibnu Asakir dari Abu Darda r.a. secara marfu’, “Belajarlah kalian sekehendak kalian belajar, karena Allah tidak akan memberikan manfaat kepada kalian sehingga kalian beramal dengan ilmu yang kalian ketahui.” Dan menurut Abi Hasan al Akhrami al Madini dalam Amalinya dari Anas r.a. secara marfu’, Belajarlah kalian ilmu sekehendak kalian! Tapi demi Allah, kalian tidak akan diberi pahala sehingga kalian beramal dengan ilmu kalian.”(Jami’i Shaghir). Ibnu abdil Barr menuturkan dalam Jami’i Ilmi (2/6) dari Makhul dari Abdirrahman bin Ghanam r.a. ia berkata: Telah menceritakan kepadaku sepuluh orang sahabat Nabi saw. mereka berkata, “Kami belajar ilmu di Masjid Quba’, tiba-tiba Rasulullah saw. keluar menemui kami dan bersabda, ‘Belajarlah kalian….’ Ia menuturkan seperti hadits di atas.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
ISLAM adalah agama haq yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW. Dalam menuntun pemeluknya, ada pedoman berupa Al-Quran dan Hadist yang akan membimbing manusia ke jalan yang benar.  Salah satu pedoman itu adalah kewajiban manusia untuk menaati segala yang diperintahkan untuk kehidupan yang lebih baik dan menjauhi segala larangan untuk menghindari diri dari perbuatan tercela.  Dalam perjalanan dinamika kehidupan manusia, ternyata manusia tidak hidup sendiri. Untuk itu manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial karena masing-masing mereka diciptakan memiliki kekurangan dan kelebihan.  Dalam kondisi seperti ini mereka dituntut untuk saling mengenal dan menghargai, yang akhirnya perlu saling tolong-menolong.  Setiap orang memiliki keinginan, niat, pikiran, pendapat, sifat, tingkah laku dan lain-lain yang berbeda-beda. Namun pada semua perbedaan itu terdapat juga kesamaan sehingga menimbulkan kesadaran untuk mewujudkan kelompok-kelompok dengan tujuan meningkatkan kesamaannya itu.  Dari kondisi ini maka pasti akan muncul sosok pemimpin diantara sejumlah orang yang memiliki kesamaan itu karena kemampuannya mewujudkan kepemimpinan. Kesamaan itu boleh jadi seperti kesamaan agama, ideologi, suku dan lain-lain sehingga dibentuklah suatu kelompok yang akan dipimpin oleh seorang pemimpin.  Kepemimpinan adalah kegiatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Kepemimpinan secara etimologis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berasal dari kata “pimpin”. Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin
HAYATUSH SHAHABAH - Ayah Ummu Salamah adalah seorang pembesar dari kalangan Banu Makhzum dan termasuk orang yang dermawan dan ternama dari bangsa Arab. Suaminya adalah Abdullah bin Abdul Asad, salah seorang  dari sepuluh orang pertama memeluk Islam. Sebelumnya tiada seorang pun yang memeluk Islam selain Abu Bakar r.a. dan beberapa orang lelaki yang tidak lebih dari sepuluh orang.  Namanya adalah Hindun dan gelarnya adalah Ummu Salamah, kemudian ia lebih dikenal dengan nama Ummu Salamah. Ummu Salamah dan suaminya telah memeluk Islam. Ummu Salamah juga termasuk di antara wanita-wanita yang pertama-tama memeluk Islam. Ketika berita keIslaman mereka semakin tersebar di kalangan orang-orang Quraisy, mereka menjadi marah dan membuat berbagai tipu daya terhadap Ummu Salamah dan suaminya. Mereka telah mendera dan menyakitinya, namun semua itu tidak dapat menghalangi Ummu Slamah dan suaminya untuk tetap beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.  Ketika penderitaan dan siksaan yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy terhadap sepasang suami istri itu semakin menjadi-jadi, Rasulullah saw. mengijinkan keduanya untuk berhijrah ke Habsyah. Keduanya termasuk dalam rombongan pertama yang berhijrah ke Habsyah.  Karena itu, Ummu Salamah dan suaminya mengembara di tempat orang dengan meninggalkan rumahnya di Makkah, kemasyhuran, dan garis turunannya yang tidak dipakai lagi, semata-mata untuk mengharapkan ganjaran dan keridhaan Allah swt.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
ISLAM adalah agama haq yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW. Dalam menuntun pemeluknya, ada pedoman berupa Al-Quran dan Hadist yang akan membimbing manusia ke jalan yang benar.  Salah satu pedoman itu adalah kewajiban manusia untuk menaati segala yang diperintahkan untuk kehidupan yang lebih baik dan menjauhi segala larangan untuk menghindari diri dari perbuatan tercela.  Dalam perjalanan dinamika kehidupan manusia, ternyata manusia tidak hidup sendiri. Untuk itu manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial karena masing-masing mereka diciptakan memiliki kekurangan dan kelebihan.  Dalam kondisi seperti ini mereka dituntut untuk saling mengenal dan menghargai, yang akhirnya perlu saling tolong-menolong.  Setiap orang memiliki keinginan, niat, pikiran, pendapat, sifat, tingkah laku dan lain-lain yang berbeda-beda. Namun pada semua perbedaan itu terdapat juga kesamaan sehingga menimbulkan kesadaran untuk mewujudkan kelompok-kelompok dengan tujuan meningkatkan kesamaannya itu.  Dari kondisi ini maka pasti akan muncul sosok pemimpin diantara sejumlah orang yang memiliki kesamaan itu karena kemampuannya mewujudkan kepemimpinan. Kesamaan itu boleh jadi seperti kesamaan agama, ideologi, suku dan lain-lain sehingga dibentuklah suatu kelompok yang akan dipimpin oleh seorang pemimpin.  Kepemimpinan adalah kegiatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Kepemimpinan secara etimologis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berasal dari kata “pimpin”. Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin
HAYATUSH SHAHABAH - Ayah Ummu Salamah adalah seorang pembesar dari kalangan Banu Makhzum dan termasuk orang yang dermawan dan ternama dari bangsa Arab. Suaminya adalah Abdullah bin Abdul Asad, salah seorang  dari sepuluh orang pertama memeluk Islam. Sebelumnya tiada seorang pun yang memeluk Islam selain Abu Bakar r.a. dan beberapa orang lelaki yang tidak lebih dari sepuluh orang.  Namanya adalah Hindun dan gelarnya adalah Ummu Salamah, kemudian ia lebih dikenal dengan nama Ummu Salamah. Ummu Salamah dan suaminya telah memeluk Islam. Ummu Salamah juga termasuk di antara wanita-wanita yang pertama-tama memeluk Islam. Ketika berita keIslaman mereka semakin tersebar di kalangan orang-orang Quraisy, mereka menjadi marah dan membuat berbagai tipu daya terhadap Ummu Salamah dan suaminya. Mereka telah mendera dan menyakitinya, namun semua itu tidak dapat menghalangi Ummu Slamah dan suaminya untuk tetap beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.  Ketika penderitaan dan siksaan yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy terhadap sepasang suami istri itu semakin menjadi-jadi, Rasulullah saw. mengijinkan keduanya untuk berhijrah ke Habsyah. Keduanya termasuk dalam rombongan pertama yang berhijrah ke Habsyah.  Karena itu, Ummu Salamah dan suaminya mengembara di tempat orang dengan meninggalkan rumahnya di Makkah, kemasyhuran, dan garis turunannya yang tidak dipakai lagi, semata-mata untuk mengharapkan ganjaran dan keridhaan Allah swt.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin #bulletindarussalam #masjid #makmurkanmasjid #sholatberjamaah
Dari Abdurrahman bin Auf r.a., katanya: Suatu ketika Rasulullah saw. keluar dari rumah kemudian naik ke loteng. Begitu berada di loteng Beliau langsung sujud dan tetap bersujud dalam waktu yang sangat lama, sehingga aku mengira Beliau telah wafat dalam keadaan seperti itu.  Aku pun naik menyusul Beliau, dan kemudian Rasulullah saw. mengangkat kepala dan bertanya siapa yang naik. Aku menjawab bahwa aku yang naik.  Rasulullah saw. bertanya, “Ada keperluan apa?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, engkau telah melakukan sujud begitu lama sehingga saya khawatir kalau-kalau engkau telah wafat.” Rasulullah saw. bersabda, “Jibril telah datang kepadaku dan membawa kabar gembira, Allah swt. berfirman bahwa siapa saja yang mengirim Shalawat kepadaku, maka Allah akan memberikan rahmat-Nya, dan bagi siapa saja yang mengirim salam kepadaku, maka Allah akan mengaruniakan kedamaian kepadanya. Atas karunia inilah aku bersyukur kepada Allah dengan melakukan sujud.” Dari Mu’adz bin Jabal r.a.: Aku menjumpai Rasulullah saw. dan mendapati Beliau sedang berdiri dalam shalat. Beliau tetap dalam posisi berdiri hingga pagi. Kemudian Beliau sujud dalam waktu yang sangat lama. Maka aku mengira, barangkali Rasulullah saw. telah wafat.  Ketika Beliau selesai shalat, Beliau bertanya kepadaku, apakah aku tahu mengapa Beliau melakukan sujud demikian panjang.  Maka aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah saw. mengulangi kata-kata ini tiga atau empat kali kemudian bersabda, “Aku telah mendirikan shalat sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah berkata kepadaku, ‘Apa yang harus Aku lakukan untuk umatmu?’ Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu
Diriwayatkan oleh Thabrani, dari Ibnu Abbas r.a., katanya: Rasulullah saw.  mengirim seorang utusan kepada Wahsyi bin Harb – Pembunuh Hamzah r.a. – agar ia memeluk Islam.  Maka Wahsyi balik mengutus seseorang dengan kata-kata, “Wahai Muhammad! Bagaimana Engkau menyeru aku (untuk memeluk Islam) sedangkan engkau mengatakan bahwa barangsiapa membunuh atau mempersekutukan Allah dengan sesuatu atau melakukan zina, maka ia berdosa dan siksa untuknya akan digandakan pada hari Kiamat nanti dan kekal di dalam neraka dalam kehinaan, sedangkan aku telah melakukan perbuatan-perbuatan itu?  Apakah engkau menjumpai satu keringanan bagiku?  Inilah yang menyebabkan Allah swt.  menurunkan wahyu:  اِلَّامَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلً صَالِحًا فَاُولٰٓئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنَاتٍۗ وَكَانَ اللهُغَفُوْرًا رَّحِيْمًا “Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Al Furqan: 70)  Wahsyi berkata, “Wahai Muhammad, syarat ini sangat berat bagiku, yaitu aku harus bertaubat dan beriman serta melakukan amal shalih. Aku tidak sanggup melakukan hal-hal seperti itu.” Peristiwa ini menyebabkan Allah swt.  menurunkan wahyu:  اِنَّ اللهَ لَايَغْفِرُاَنْ يُشْرِكَ بِهٰ وَيَغْفِرُمَادُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاءُۚ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengetahui segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (Qs. An Nisaa: 48)  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir
Dari Abdurrahman bin Auf r.a., katanya: Suatu ketika Rasulullah saw. keluar dari rumah kemudian naik ke loteng. Begitu berada di loteng Beliau langsung sujud dan tetap bersujud dalam waktu yang sangat lama, sehingga aku mengira Beliau telah wafat dalam keadaan seperti itu.  Aku pun naik menyusul Beliau, dan kemudian Rasulullah saw. mengangkat kepala dan bertanya siapa yang naik. Aku menjawab bahwa aku yang naik.  Rasulullah saw. bertanya, “Ada keperluan apa?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, engkau telah melakukan sujud begitu lama sehingga saya khawatir kalau-kalau engkau telah wafat.” Rasulullah saw. bersabda, “Jibril telah datang kepadaku dan membawa kabar gembira, Allah swt. berfirman bahwa siapa saja yang mengirim Shalawat kepadaku, maka Allah akan memberikan rahmat-Nya, dan bagi siapa saja yang mengirim salam kepadaku, maka Allah akan mengaruniakan kedamaian kepadanya. Atas karunia inilah aku bersyukur kepada Allah dengan melakukan sujud.” Dari Mu’adz bin Jabal r.a.: Aku menjumpai Rasulullah saw. dan mendapati Beliau sedang berdiri dalam shalat. Beliau tetap dalam posisi berdiri hingga pagi. Kemudian Beliau sujud dalam waktu yang sangat lama. Maka aku mengira, barangkali Rasulullah saw. telah wafat.  Ketika Beliau selesai shalat, Beliau bertanya kepadaku, apakah aku tahu mengapa Beliau melakukan sujud demikian panjang.  Maka aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah saw. mengulangi kata-kata ini tiga atau empat kali kemudian bersabda, “Aku telah mendirikan shalat sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah berkata kepadaku, ‘Apa yang harus Aku lakukan untuk umatmu?’ Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu
Dari Abdurrahman bin Auf r.a., katanya: Suatu ketika Rasulullah saw. keluar dari rumah kemudian naik ke loteng. Begitu berada di loteng Beliau langsung sujud dan tetap bersujud dalam waktu yang sangat lama, sehingga aku mengira Beliau telah wafat dalam keadaan seperti itu.  Aku pun naik menyusul Beliau, dan kemudian Rasulullah saw. mengangkat kepala dan bertanya siapa yang naik. Aku menjawab bahwa aku yang naik.  Rasulullah saw. bertanya, “Ada keperluan apa?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, engkau telah melakukan sujud begitu lama sehingga saya khawatir kalau-kalau engkau telah wafat.” Rasulullah saw. bersabda, “Jibril telah datang kepadaku dan membawa kabar gembira, Allah swt. berfirman bahwa siapa saja yang mengirim Shalawat kepadaku, maka Allah akan memberikan rahmat-Nya, dan bagi siapa saja yang mengirim salam kepadaku, maka Allah akan mengaruniakan kedamaian kepadanya. Atas karunia inilah aku bersyukur kepada Allah dengan melakukan sujud.” Dari Mu’adz bin Jabal r.a.: Aku menjumpai Rasulullah saw. dan mendapati Beliau sedang berdiri dalam shalat. Beliau tetap dalam posisi berdiri hingga pagi. Kemudian Beliau sujud dalam waktu yang sangat lama. Maka aku mengira, barangkali Rasulullah saw. telah wafat.  Ketika Beliau selesai shalat, Beliau bertanya kepadaku, apakah aku tahu mengapa Beliau melakukan sujud demikian panjang.  Maka aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah saw. mengulangi kata-kata ini tiga atau empat kali kemudian bersabda, “Aku telah mendirikan shalat sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah berkata kepadaku, ‘Apa yang harus Aku lakukan untuk umatmu?’ Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu
Diriwayatkan oleh al Hafizh Abu al Hasan ath Athrabullisi dari Aisyah r.ha., katanya: Abu Bakar r.a. keluar menemui Rasulullah saw. dan mereka berdua adalah sahabat akrab sejak zaman jahiliyah.  Abu Bakar menemui Baginda saw. dan berkata kepadanya, “Wahai Abu Qosim, engkau tidak terlihat dalam majelis kaummu dan mereka menuduh bahwa engkau telah mencela nenek moyang mereka.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan menyeru kamu kepada Allah.” Ketika Rasulullah saw. selesai berbicara, Abu Bakar pun memeluk Islam. Kemudian Rasulullah saw. meninggalkannya. Tiada seorang pun yang terletak di antara dua gunung di Makkah (maksudnya penduduk Makkah) yang lebih bergembira daripada Rasulullah saw. dengan ke-Islaman Abu Bakar.  Kemudian Abu Bakar berjalan menemui Usman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin al Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash dan mereka semua memeluk Islam.  Keesokan harinya Abu Bakar datang menemui Utsman bin Ma’zhun, Abu Ubaidah bin al Jarrah, Abdur Rahman bin Auf, Abu Salamah bin Abdul Asad, dan al Arqam bin Abu al Arqam, sehingga mereka semua memeluk agama Islam. Kisah ini tertulis dalam kitab al Bidaayah (3/29). Disebutkan oleh Ibnu Ishaq bahwa Abu Bakar ash Shiddiq r.a. menemui Rasulullah saw. dan berkata kepada beliau: “Apakah benar yang dikatakan oleh kaum Quraisy, wahai Muhammad, bahwa engkau telah meninggalkan tuhan-tuhan kami, menganggap bodoh akal kami, dan mengkafirkan nenek moyang kami?” Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah #muhammadurrasulullah #lailahaillallahmuhammadrasulullah #islamrahmatanlilalamin #islamisthebest #islamismyway #islamiccenter #darussalam #bulletin
PENINGKATAN taqwa bisa kita raih dan dapat kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi penting bagi kita memahami hakikat taqwa yang sesungguhnya.  Mengutip ungkapan sahabat Nabi Muhammad SAW. yakni Ali bin Abi Thalib ra tentang taqwa, yaitu : Takut kepada Allah yang Maha Mulia, mengamalkan apa yang termuat dalam at Tanzil (Al-Qur’an), mempersiapkan diri untuk hari meninggalkan dunia dan ridha (puas) dengan hidup seadanya (sedikit). Dari ungkapan di atas, ada empat hakikat taqwa yang harus ada pada diri kita masing-masing dan ini bisa menjadi tolok ukur iman kita.  Pertama, Takut Kepada Allah. Salah satu sikap yang harus kita miliki adalah rasa takut kepada Allah swt. Takut kepada Allah bukanlah seperti kita takut kepada binatang buas yang menyebabkan kita harus menjauhinya, tapi takut kepada Allah swt adalah takut kepada murka, siksa dan azab-Nya sehingga hal-hal yang bisa mendatangkan murka, siksa dan azab Allah swt harus kita jauhi.  Sedangkan Allah swt sendiri harus kita dekati, inilah yang disebut dengan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). Karena itu, orang yang takut kepada Allah tidak akan melakukan penyimpangan dari segala ketentuan-Nya. Namun sebagai manusia biasa mungkin saja seseorang melakukan kesalahan, karenanya bila kesalahan dilakukan, dia segera bertaubat kepada Allah swt dan meminta maaf kepada orang yang dia bersalah kepadanya, bahkan bila ada hak orang lain yang diambilnya, maka dia mau mengembalikannya.  Yang lebih hebat lagi, bila kesalahan yang dilakukan ada jenis hukumannya, maka iapun bersedia dihukum bahkan meminta dihukum sehingga ia tidak menghindar dari hukuman.  Selengkapnya di ....... bulletindarussalam.com #islam #dakwah #dakwahislam #allahtuhanku #muhammadnabiku #islamagamaku #alqurankitabku #kaummusliminsaudaraku #dakwahjalanhidupku #umatislam  #umatterbaik #umatakhirzaman #umatnabiterakhir #umatpertamamasuksurga #umatrasulullah #umatberdosaallahmahapengampun #umatbersatu #lailahaillallah

Loading